Konseling Dan Tarot Dalam Harmoni Memberikan Inspirasi

Konseling dan Tarot dalam harmoni memberikan inspirasi merupakan suatu bagian topik yang seringkali dibicarakan dalam perannya sebagai teknik dan media untuk memberikan layanan yang berhubungan dengan kesehatan mental.

Sisi Konseling dalam Memahami Pembacaan Tarot

Pada satu titik kehidupan, kita mempunyai teman, menjalin hubungan cinta, membangun keluarga, bekerja, dan bersosialisasi dengan orang asing. Satu titik, kalau tidak beberapa, kita menempatkan diri sebagai konselor. Ya Konselor, melakukan konseling, pada tiap orang yang membutuhkan bantuan untuk didengar, diberikan empati, sekedar bercakap-cakap, menjadi tempat sampah uneg-uneg, dan tentu saja karena kita dipercaya.

Tapi kita tidak menyadari sudah melakukan konseling. Bahkan, tidak tahu konseling itu apa. Tentu saja apa yang kita lakukan berbeda dengan profesional di bidang konseling seperti Psikolog, Psikiater, kalau tidak yang menggunakan media alternatif seperti Tarot.

Kenapa Konseling Bisa Terjadi

Konseling terjadi jika kita dan orang lain meluangkan waktu tersendiri untuk menggali dan memahami kesulitan-kesulitan yang menimbulkan keresahan, tekanan stress, dan rasa emosi yang mengganggu. Konseling seperti tindakan melihat sisi kesulitan dari sudut pandang lain, karena ketika kita mendengarkan dan menanggapi ‘Curhat’ orang lain, kita secara tidak langsung memandang dari sudut pandang kita. Bahkan memberi masukan dari sudut pandang dari sisi lain dan bervariasi.

Seperti mencicipi masakan, rasa makanan bisa ditanggapi berbeda pada tiap orang. Mendiskusikannya akan memberi variasi untuk lebih mengenali rasa makanan.

Sudut pandang yang berbeda membantu orang yang memberikan ‘uneg-uneg’ untuk lebih fokus pada perasaan, pengalaman atau kebiasaannya. Tujuannya? Ketika lebih fokus pada diri (orang menyebutnya refleksi atau introspeksi ), memberikan perubahan untuk lebih mandiri dan ke arah yang lebih positif.

Tentu saja ketika pada titik orang berkonsultasi maka terdapat ‘Hubungan Saling Percaya’. Menjaga kerahasiaan adalah hal yang utama dalam kesuksesan konseling. Hal yang cukup membahagiakan sebenarnya, karena kita dipercaya untuk mendengarkan dan memberikan empati. Asal tidak setiap hari (haha..).

Hal yang sama juga berlaku pada konselor profesional, Pewacana Tarot atau Praktisi Tarot termasuk diantaranya. Hal yang harus diperhatikan ketika kamu menggunakan jasa ‘TAROT’. Para praktisi profesional akan menjelaskan etika, kebijakan dan tatacara konseling, terutama ke’Rahasia’-an. Apakah ke’Rahasia’an ini bisa dilanggar? Jawabannya bisa, jika informasi ini dibutuhkan karena bisa membahayakan jiwa dan melanggar hukum. Selain itu, rahasia hanya bertahan diantara konselor dan klien, kita dan kamu…iya kamu (haha…).

Jika diringkas maka Konseling itu :

  • TIDAK memberikan nasihat
  • TIDAK menghakimi
  • TIDAK mencoba untuk menyelesaikan masalah Klien (ini bisa kamu atau kita)
  • TIDAK mengharapkan untuk Klien melakukan tindakan dimana Konselor akan bertindak ketika melakukan tindakan yang sama.
  • TIDAK terikat emosional dengan Klien.
  • TIDAK melihat permasalahan Klien dari sudut pandang, dari nilai dan prinsip pribadi konselor. dalam hal ini menurut Agama, Pandangan Politik.

KONSELING DAN EMPATI

Dari tulisan sebelumnya pasti ada kebingungan. Kan tadi dituliskan konselor memberikan sudut pandang lain pada orang yang ‘curhat’ dan ‘uneg-uneg’. Tapi jika tidak dari sudut pandang konselor dalam bertindak atau berprinsip lalu bagaimana?

Konseling lebih ke memberikan bantuan dengan pendekatan emosional dan pengalaman, terutama masa lalu klien (yang ‘Curhat’ dan ‘Uneg-uneg’).

Bagaimana mereka merasakan dan berpikir tentang permasalahan mereka. Proses ini dilakukan untuk menggali akar permasalahan klien, hal yang membuat mereka bermasalah dari sisi emosi dan masa lalu. Contoh : orang yang takut berbicara di depan umum. Ketika dia curhat, dia akan diajak konselor untuk menggali emosi utama yang menyebabkan takut berbicara . Juga menggali masa lalunya yang menyebabkan dia susah berbicara di khalayak ramai.

Dalam Pembacaan Tarot proses menggali emosi dan pengalaman lampau dengan melihat simbol gambar dengan dibimbing pewacana Tarot.

Kita harus sadar bahwa walau dua orang mempunyai bahasa komunikasi yang sama, pemahaman bisa berbeda. Pemahaman selalu berhubungan dengan pengalaman pribadi mereka selama hidup.

Jadi ini PENTING, jika kamu atau kita dalam proses konseling. Penting untuk tidak menempatkan diri pada sisi klien yang ‘Curhat’ pada kita atau bagaimana mereka harus bertindak sesuai pemahaman konselor.

Kemampuan komunikasi penting untuk konseling. Kemampuan ini termasuk mendengarkan, klarifikasi, refleksi dan kemampuan dalam bertanya untuk menggali permasalahan. Komunikasi ini harus menggunakan Empati, melihat permasalan dari sudut pandang klien daripada Simpati (rasa kasihan pada klien). Empati dapat membantu proses konseling dengan menayakan pertanyaan yang pantas, mengena dan membimbing klien ke hal positif.

KONSELING DAN TAROT

konseling tarot

Lalu bagaimana dengan sisi Ramalan, Divinasi pada kartu Tarot? Secara hiburan maka Tarot akan memberikan proses yang singkat dan terlihat seperti Ramalan. Waktu yang digunakan untuk pembacaan Tarot Hiburan memang singkat, 15-30 menit. Waktu yang singkat tidak memberikan kebebasan Praktisi Tarot untuk menggali akar masalah. Apakah ada yang salah dengan Tarot dengan waktu singkat? Jika di awal klien membuka diri terhadap permasalahannya, pembacaan tarot yang singkat bisa memberikan motivasi dan semangat, kalau tidak hiburan. Tentu saja praktisi Tarot mahir bisa melakukan pembacaan yang singkat dan empowering, hal ini berkaitan dengan jam terbang.

Pembacaan KONSELING DAN TAROT penuh, dengan jangka waktu 1-2 jam. Bisa merupakan bentuk konseling. Ketika Klien memberikan ‘Uneg-Uneg’ dan ‘Curhat’, klien lebih mengenali emosi dan permasalahan utama yang terjadi pada dirinya. Lebih bisa memutuskan secara mandiri tindakannya yang tentu saja memberikan perubahan positif baik dalam tingkah laku dan kebiasaan. Secara tidak sadar, orang akan memandangnya sebagai ramalan. Tentu saja jika orang lebih bisa mengenali permasalahannya dan mengelola emosinya, tentu saja perubahan positif kemungkinan besar terjadi, dan yang memperkirakan bukan praktisi tarot tapi KLIEN ITU SENDIRI.

Berikan Penilaianmu !

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tag ,,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Chat with us on WhatsApp