Cara Kerja Kartu Tarot – Apa dan Bagaimana

Bagaimana Sih Cara Kerja Kartu Tarot?

Cara Kerja Kartu Tarot ? Mungkin buat kamu yang baru mengenal Tarot, pertanyaannya : Bagaimana sih hal itu bekerja? Cukup membuat penasaran bukan. Terlebih jika kamu pernah dibacakan oleh seorang Tarot reader atau pewacana. Beberapa pertanyaan di bawah ini mestinya pernah terlintas di benakmu, hayooo ngaku…

Kok bisa tepat sih?
Tau darimana dia?
Mbaknya dukun ya?
Mbaknya baca pikiran saya ya?
Dilihat dari gambar mana sih jawaban seperti itu? 
Wah.. gue dikerjain nih. Kameranya mana? Kamera?

suprised

Oke yang terakhir sedikit lebay hehe. Tapi paling tidak, beberapa celotehan itu seringkali keluar dari klien yang pernah aku baca, dan mungkin beberapa tidak sempat terlontar, cuma disimpan dalam hati-(ya mungkin aku membaca hati…).

Terlepas dari komentar seperti itu, tentunya menarik untuk diulas tentang bagaimana caranya bisa membaca Tarot. Tentunya yang akan aku tulis merupakan opini pribadi yang sangat mungkin terinspirasi oleh pendapat orang lain juga. Hanya saja aku berusaha menggunakan kata-kata yang lebih mudah dipahami, paling tidak oleh diriku sendiri.

Sebenarnya cukup sederhana cara kerjanya. Cuma memang menjelaskannya bisa sedikit rumit karena keterbatasanku dalam memilih kalimat. Tapi mari kita lakukan!

Kartu Tarot sebagai Pemantik Intuisi

Pada dasarnya cara kerja kartu Tarot itu adalah sebagai pemantik intuisi. Setiap orang memiliki intuisinya masing-masing, yang seringkali disebut dengan indera keenam. Jadi setiap orang bisa mempelajari tarot, sama seperti ketika mau belajar bahasa asing.

Lantas bagaimana kok bisa pas, cocok atau tepat?

Banyak faktor yang mempengaruhi, seperti kejujuran, keterbukaan pikiran, kemampuan analisa, kondisi mental/pikiran, pengatahuan umum, kemampuan berkomunikasi dan memahami orang lain, dsb.

Kenapa kartu yang diambil bisa sesuai dengan kondisiku?

Sebanarnya kartu apapun yang keluar, otak kitalah yang menyesuaikan dengan gambar yang terlihat. Intuisilah yang akan ‘menyocok-nyocokkan’ antara kondisi yang kita alami dengan gambarnya. Kemudian pikiranlah yang mengambil tindakan selanjutnya.

Kok bisa tau sifat-sifatku dengan tepat?

Ada yang namanya Efek Barnum atau Forer, (Bertram R. Forer) yaitu sebuah fenomena psikologis dimana seseorang dihadapkan pada dua peristiwa yang berlainan dan tidak memiliki hubungan sama sekali, ia akan cenderung akan mencari hal-hal yang berkaitan dengan dirinya baik itu sifat, kepribadian dan pola pikir yang mereka miliki. Saat seseorang percaya tentang deskripsi terhadap diri mereka sendiri yang sebenarnya deskripsi tersebut juga dapat berlaku untuk banyak orang.

Tapi mbak kok tau aku bakalan putus sama pacarku?

Setiap kartu memiliki arti tertentu, dan ada kombinasi kartu yang dapat menunjukkan suatu kejadian berdasarkan pola sebab akibat. Dengan pengalaman membacakan tarot untuk banyak orang dan juga mengamati pola, maka prediksi bisa dilakukan. Toh tidak semua prediksi itu tepat. Banyak melesetnya juga karena masa depan itu bukan suatu hal yang pasti. Banyak sekali kemungkinan yang akan terjadi, namun dengan mempelajari pola-pola terntentu, maka kita sedikit banyak bisa melakukan prediksi.

Nah sekarang bagaimana sih cara kerja Kartu Tarot itu sebenarnya?

Tarot memiliki strukturnya sendiri. Kartu yang berjumlah 78 lembar itu terdiri dari 22 arkana mayor dan 56 arkana minor itu memiliki artinya masing-masing yang sudah semakin mudah dicari referensinya.

Arti dari setiap kartu itu dibuat berdasarkan interpretasi dari simbol yang tergambar pada setiap kartunya. Dengan mempelajari simbol-simbol terserbut, maka kita dapat memahami makna dari si kartu. Dari situlah kita membuat interpretasi mengenai apa yang terlihat di kartu.

Mengapa simbol?

Simbol yang dari bahasa Latin symbolicum dan symbolon, symballo dari bahasa Yunani memiliki makna “memberi kesan”, “berarti” dan “menarik”. Bisa dikatakan, simbol merupakan suatu kata, tanda, atau isyarat yang digunakan untuk mewakili  arti, kualitas, abstraksi, gagasan dan objek sesuai dengan persetujuan umum atau kesepakatan bersama atau kebiasaan.

Simbol yang berupa gambar, biasanya akan lebih mudah dimengerti setiap orang. Terlebih pada jaman dahulu budaya baca tulis belum luas penyebarannya. Dengan adanya simbol, suatu makna dapat disebarluaskan ke seluruh dunia dan dari generasi ke generasi.

Membaca Tarot itu bisa dibilang membaca simbol. Perlu kepekaan dan pengamatan ekstra sebelum akhirnya bisa melakukan interpretasi. Seperti ilmu orang Jawa yang disebut ilmu “Titen”.

Penjelasan secara teori yang seringkali dijadikan rujukan bagi pewacana tarot baik itu luar negeri maupun dalam negeri mengenai cara kerja tarot adalah tentang sinkronitas.

Cara Kerja Kartu Tarot : sinkronisitas

Konsep Sinkronitas

Konsep tentang sinkronitas merupakan prinsip yang terjadi dari kecocokan antara kartu yang dibacakan dengan kondisi si penanya. Teori mengenai sinkronitas ini digagas oleh Carl G. Jung, seorang Psikolog Swiss.

Sinkronitas adalah pengalaman dari dua atau lebih peristiwa yang terjadi bersama-sama nampak tidak berhubungan namun memiliki makna bagi yang mengalami.

Adanya suatu ketidaksadaran kolektif yang menyimpan banyak informasi yang belum diketahui jika tidak dipicu oleh sesuatu karena berada di bawah sadar. Suatu kebetulan yang bukan kebetulan namun memiliki makna tersendiri.

Sementara kesamaan pemahaman mengenai suatu makna akan suatu hal sesuai kesepakatan akan menjadi kesadaran kolektif. Itulah mengapa Tarot memiliki arti tradisional agar bisa sepakat artinya, memudahkan untuk dipelajari juga sebagai dasar. Namun untuk  selanjutnya, bisa kamu rumuskan sesuai dengan dirimu sendiri. Kemungkinannya tidak terbatas!

Sinkronitas tadi bisa dijelaskan juga melalui yang namanya arketipe.

Arketipe, adalah hasil atau kumpulan dari sekian banyak pengalaman hidup yang berulang. Bisa ditemui dimanapun, meskipun berbeda daerah, ras, kebudayaan dsb.

Dalam Tarot, arketipe disematkan dalam bentuk simbol, terdapat pada 22 kartu arkana mayor. Arketipe ini tersimpan dalam alam bawah sadar, dan dimiliki oleh setiap orang. Tinggal menunggu munculnya pemicu untuk membangkitkan setiap arketipe yang ada.

Arketipe dan Psikologi

Informasi mengenai arketipe banyak dibahas di cabang ilmu psikologi. Itulah mengapa banyak Psikolog yang menjadi Petarot,  dan banyak juga Petarot yang akhirnya mempelajari Psikologi. Namun seorang pewacana tarot sebaiknya tidak mengambil peran sebagai Psikolog jika tidak memiliki latar belakang tersebut. Ada etika yang harus dijaga.

Meskipun sekarang ini Tarot dibawa menuju ranah konseling. Jangan lupakan, bahwa Tarot itu juga bisa digunakan untuk pengembangan spiritualitas diri atau media kesenangan.

Dalam prinsip keacakan yang terstruktur-sinkronitas (kebetulan yang bukan kebetulan) itu tadi, ketika suatu kartu terambil, maka alam bawah sadar yang menyimpan banyak informasi akan terpicu dengan gambar yang ada. Informasi itulah yang kemudian diolah sesuai dengan kemampuan si pewacana tarot masing-masing. Seringkali disebut juga “higher self” atau diri yang bijak yang memberikan ‘bisikan’ sehingga intepretasi kita terhadap kartu bisa sesuai dengan kondisi saat ini.

tarot of angels

Kesimpulan

Dengan mempelajari prinsip dasar sinkronitas dan arketipe itu tadi, maka setiap kartu yang keluar sebenarnya sudah tertera jawaban yang tersimpan di bawah sadar kita sendiri dalam bentuk simbol. Ketika simbol itu dikenali kemudian diterjemahkan, barulah otak sadar mampu memahami apa yang terjadi di bawah sadarnya. Jadi ya nggak ajaib-ajaib banget sebenarnya. Misteri itu kan karena kita belum tau saja. Jika sudah tau ya bukan misteri lagi namanya tapi manifestasi.

Jadi gimana? apakah sekarang jadi memahami cara kerja Karu Tarot? Tuliskan komentarmu di bawah yaaa..

 

Bagikan:


Berikan Penilaianmu !

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tag ,,,,,

Tinggalkan Balasan

Koneksikan dengan:



Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Chat with us on WhatsApp